Air Mata Ibu

Jumat, 03 September 2010

Ibu...air mata engkau yang suci
Setetespun air itu mngalir
ta memendamkan rasa jengkel tuk merwatku
Gerlingan air mata di pipimu (bunda)
Tak membuatmu resah akan aku

Perjuanganmu begitu besar untukku
Hingga tetesan keringat mengucur membasahi tubuhmu
Tak pernah engkau rasakan

Kau menangis saat ku kesakitan
Kau berteriak saat ku terluka
Kau bergegas menolongku, membantuku
Menyelematkanku dar semua itu

Tanpa engkau sadari jika engkau engkau melakukannya akan mati
Nyawamu engkau pertaruhkan, demi menyelamatkanku
hingga air matamu menetes tuk yang terakhir kali kau pejamkan matamu
Pengorbananmu akan selalu kekal abadi di hatiku

0 komentar: